Museum Kata Andrea Hirata Belitung Meraih Anugerah Museum Unik

avatar belitung Tour
Museum Kata Andrea Hirata yang meraih predikat unik pada ajang Indonesia Museum Awards 2017 di Bandung, baru-baru ini.

Perhelatan Indonesia Museum Awards 2017 yang digelar Sabtu malam, 14 Oktober 2017 lalu, menjadi sebuah kabar segar bagi dunia permuseuman di Indonesia. Lebih dari 20 perwakilan museum seluruh Indonesia hadir di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro Nomor 22, Bandung. Anugerah Purwakalagraha diberikan untuk 5 bidang utama dalam perhelatan ini.

Indonesia Museum Awards adalah acara yang digagas dan dilaksanakan oleh Komunitas Jelajah. Tahun ini, Indonesia Museum Awards dihelat di luar Jakarta untuk pertama kalinya. 

Ada 5 anugerah utama yang diberikan, yakni Museum Terantik, Museum pintar, Museum Menyenangkan, Museum Bersahabat, dan Museum Unik. 

Museum Ruwa Jurai Lampung didaulat menjadi Museum Cerdas, Museum Konperensi Asia-Afrika menyabet anugerah Museum Menyenangkan, Museum Kata Andrea Hirata di Belitung meraih anugerah Museum Unik, Museum Tercantik diberikan kepada Museum Ulen Sentalu Yogyakarta, dan Museum Benteng Heritage Banten berhasil meraih gelar Museum Bersahabat. 

Selain kelima anugerah utama itu, Indonesia Museum Awards 2017 juga memberikan anugerah kepada Tokoh Peduli Museum, yang diberikan kepada mantan Presiden Indonesia, B.J. Habibie. 

Selain itu, diberikan juga anugerah untuk Kepala Daerah Peduli Museum kepada Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, yang hadir bersama dengan istrinya. Acara semakin riuh kala Jubing Kristianto, gitaris fingerstyle Indonesia, memainkan lagu Es Lilin dan Ayam Den Lapeh dengan begitu antusiasnya. 

Di balik perhelatan akbar itu, terdapat orang-orang yang luar biasa dan tangguh yang mengatur dan membantu berjalannya acara. Mereka adalah para panitia dan relawan Indonesia Museum Awards 2017. 

Vianggy, salah satu relawan dari Universitas Padjadjaran mengatakan sangat senang dan berterimakasih karena dapat menjadi bagian dari Indonesia Museum Awards 2017. Sebagai relawan Liaison Officer, dia merasa beruntung karena dapat mengetahui banyak orang-orang yang juga menyukai museum. 

Relawan yang ikut menyukseskan acara ini datang dari berbagai latar belakang yang berbeda, namun mayoritas adalah mahasiswa. Seperti misalnya mahasiswa Sejarah Unpad, mahasiswa Hubungan Internasional Unpas, mahasiswa Psikologi UPI, bahkan salah seorang koordinator acara adalah mahasiswa S2 di UI. 

Memang tepat rasanya jika mahasiswa menjadi sumbu utama yang menggelorakan semangat untuk mengenal dan menyukai museum. Selama ini, segala sesuatu yang bersangkutan dengan sejarah, selalu diidentikkan dengan hal-hal yang kuno dan membosankan. Namun, dengan adanya Indonesia Museum Awards ini, pemuda khususnya, dapat belajar mencintai sejarah, sebab tidak akan ada masa depan, jika tidak ada masa lalu.

Deddy Sinaga  https://www.cnnindonesia.com

Artikel Lainnya

Ada Goa di Pulau Kelayang, Apa benar ?
Ada Goa di Pulau Kelayang, Apa benar ?
Ikut Open Trip Wisata Belitung Yuk !!!!
Ikut Open Trip Wisata Belitung Yuk !!!!